Kumpulan Ide Bisnis Kreatif dan Peluang Usaha Terbaru

⭐ Cara Mudah Menghitung Harga Pokok Produksi Perusahaan

Sebelum membahas tentang cara menghitung harga pokok produksi, ada baiknya kita mengerti terlebih dulu tentang arti dari harga pokok produksi tersebut. Menurut susilawati (2009), harga pokok produksi adalah akumulasi biaya yang dibebankan ke produk atau jasa.

Sedangkan pengertian harga pokok produksi menurut Hadibroto (1990 : 60) adalah, biaya-biaya yang dikorbankan untuk memproses bahan-bahan (termasuk bahan bakunya) atau barang setengah jadi, sampai menjadi akhir untuk siap dijual.
tutorial menghitung harga pokok produksi
ilustrasi menghitung harga pokok produksi

Pengertian harga pokok produksi

Berdasarkan penjelasan di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa harga pokok produksi adalah total biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk memproses bahan baku produksi dan kemudian dibebankan pada produk.

Unsur-unsur harga pokok produksi menurut Carter (2009)

  1. Direct material cost (biaya bahan baku langsung). Merupakan biaya untuk bahan-bahan yang dengan mudah langsung dapat diidentifikasi dengan barang jadi. Misal : Kayu untuk perusahaan mebel, tanah liat untuk perusahaan batu bata.
  2. Direct labor cost (Biaya tenaga kerja langsung). Merupakan tenaga kerja yang mengerjakan secara langsung proses produksi. Contoh : tukang kayu dalam perusahaan mebel, tukang pada usaha pembuatan batu bata.
  3. Factory overhead (Biaya overhead pabrik). Adalah biaya yang dikeluarkan pabrik, selain dari biaya bahan baku langsung dan tenaga kerja langsung. Biaya ini tak bisa diidentifikasi langsung dengan barang yang diproduksi perusahaan. Biaya oeverhead bisa dibagi lagi menjadi overhead tetap dan oeverhead variabel. Contoh : biaya listrik, telepon, air, biaya pemeliharaan dan perbaikan, biaya perlengkapan seperti cat pada usaha mebel.

 Metode penentuan harga pokok produksi menurut Daljono (2011)

  1. Full costing. Untuk menentukan harga pokok produksi dengan metode ini, semua biaya yang bersifat variabel maupun yang bersifat tetap terhadap produk akan dimasukkan semuanya. Di bawah ini merupakan contoh penggambaran metode full costing :
    cara menghitung harga pokok produksi dengan cara full costing
    Menentukan harga pokok produksi secara full costing
  2. Variabel costing. Perhitungan harga pokok produksi, dimana hanya memasukkan biaya variabel saja. Untuk biaya yang sifatnya tetap, akan dimasukkan sebagai biaya periode. Di bawah ini merupakan contoh penggambaran metode variabel costing :
    menghitung harga pokok produksi dengan cara variabel costing
    Menentukan harga pokok produksi secara variabel costing

Contoh perhitungan harga pokok produksi secara full costing

Dalam artikel ini, saya akan memberikan contoh cara menghitung harga pokok produksi batu bata merah. Diketahui penjualan batu bata dari UD. ASN adalah 60.000 buah di bulan Januari 2019. Sementara itu harga batu batanya Rp. 300/buah. Tanah liat yang dibutuhkan untuk membuat batu bata selama sebulan adalah 1/2 truk dengan harga per truknya Rp. 1.400.000.

Dalam proses pembuatan bata merah, dibutuhkan 2 bak truk kayu untuk pembakarannya. Harga kayu per 1 bak truk adalah Rp. 1.000.000. Adapun tenaga kerja UD. ASN sebanyak 3 orang, yakni 1 orang sebagai manajer yang digaji Rp. 2.500.000 per bulan dan 2 orang lainnya sebagai tukang yang digaji Rp. 30/batu bata/orang dengan diberi fasilitas berupa tempat tinggal.

Yang ditanyakan adalah berapa harga pokok produksinya? Hitung juga laporan laba/rugi dari UD. ASN selama Januari 2019!

Penyelesaian

Harga bata Rp. 300/buah
Laku 60.000 buah
Total penjualan= 60.000 x Rp. 300 = Rp. 18.000.000

Tanah liat 1/2 truk x Rp. 1.400.000 = 700.000
kayu bakar 2 truk x Rp. 1.000.000 = 2.000.000
Total = Rp. 700.000 + Rp. 2.000.000 = 2.700.000

Biaya telepon, listrik, air = Rp. 750.000
Biaya pemasaran = Rp. 500.000
Total = Rp. 750.000 + Rp. 500.000 = Rp. 1.250.000

Gaji manajer 2.500.000
Gaji tenaga 2 orang x 60.000 x 30 = 3.600.000
Total = Rp. 2.500.000 + Rp. 3.600.000 = Rp. 6.100.000
============================================
Perhitungan di atas apabila disederhanakan dalam tabel akan menjadi seperti ini :
perhitungan harga pokok produksi
Laporan laba/rugi untuk periode Januari 2019 = Penjualan - harga pokok produksi 👉 Rp. 18.000.000 - Rp. 10.050.000 = Rp. 7.950.000

Itulah contoh menghitung harga pokok produksi usaha penjualan bata merah. Jika kurang jelas silakan bertanya di kotak komentar. Jika ada yang salah, tolong koreksi juga di kotak komentar agar bisa segera saya update.

0 Komentar untuk "⭐ Cara Mudah Menghitung Harga Pokok Produksi Perusahaan"

Silakan bertanya dan berdiskusi tentang artikel di atas pada kotak komentar di bawah ini. Sebelum itu, pastikan anda sudah membaca artikelnya terlebih dahulu.

Back To Top
close